Artikel

Dari kelas Bising sampai Getar, Ini 4 Sekolah di Jakarta yang Lokasinya Unik bin Ajaib!

0 410

Kalo sekolah yang letaknya di tengah pemukiman atau komplek itu udah biasa. Kita bisa belajar dengan tenang tanpa ada gangguan apa-apa dari luar, nah coba deh bayangain ada bangunan sekolah yang letaknya unik alias nggak biasa.

Lalu, yang disebut letak sekolah yang nggak biasa itu yang gimana, sih? Ternyata setelah ditelusuri, banyak sekolah di Jakarta yang berada di lokasi-lokasi yang unik, seperti sekolah yang berada di belakang pasar, di tengah-tengah SD, di samping kuburan, bahkan samping  rel kereta, api.

Yuk kita kepoin apa yang teman-teman kita rasakan di sekolah yang lokasinya unik bin ajaib.

SMAN 44 Jakarta

Sekolah yang terletak di Jalan Delima IV Perumnas Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur ini pas banget ada di belakang pasar, tepatnya lagi berdiri di atas tanah yang berdekatan sekali dengan Pasar Perumnas Klender.

Dari apa yang dirasakan para siswa, sekolah yang letaknya unik ini kadang punya kelebihan tapi juga punya kekurangan.

“Enaknya, kalau ada kebutuhan mendadak yang harus dibeli seperti bahan-bahan praktikum biologi, kita tinggal jalan dikit doang,” aku Chiko kepada  HAI School crew, Kamis (1/9).

Tapi, lanjut Chiko kalau pasar lagi rame, kadang menembus ke sekolah jadi harus dempet-dempetan sama penjual dan pembeli sayuran, ikan dan segala hal yang ada di sana. Belum lagi kalau pasar dekat-dekat hari raya, pastinya bejubel banget dan bikin macet.

Kalo macet, sih tiap hari kayaknya.

SMAN 91 Jakarta

Buat yang belom tahu, SMAN 91 Jakarta itu lokasinya sekolahnya dikepung  sama 3 bangunan sekolah dasar. Apa yang terjadi?

Menurut pantauan HAI School Crew, hampir setiap pagi pasti area sekitar SMAN 91 Jakarta macet karna sumpek oleh anak SD dan sekaligus SMA. Yang unik, kalo pas bel masuk udah bunyi, suaranya nyaring bersamaan. Hampir sulit dibedakan mana peringatan masuk untuk anak SD dan mana yang untuk teman-teman di SMAN 91.

Selain itu, kalo suara speaker milik SD sebelah yang frekuensinya sangat besar kadang sangat mengganggu aktivitas sekolah. Bayangkan saja, saat pembacaan doa pada upacara bendera misalnya,  SD di sebelah sepertinya sedang asik menyanyikan lagu-lagu, sementara anak SMA lagi ulangan di kelas.

Nah, pada hari-hari tertentu seperti Rabu dan Kamis misalnya, di SD sebelah rutin dilaksanakan senam pagi dan siangnya ada latihan drum band. Coba posisikan diri kalian menjadi anak SMAN 91. Di jam-jam genting yaitu jam 1 siang sampai jam 3 sore, kalian sedang berusaha keras menelaah pelajaran matematika, lalu dengan enaknya anak SD sebelah sedang berlatih drum band. Gimana bisa konsentrasi?

Tapi, yang namanya sekolah di antara 3 SD juga ada untungnya, kok. Saat bel pulang berdering, sesampainya di depan gerbang, kita akan disuguhi banyak jajanan khas anak SD seperti seblak, cilor, cilok, cireng, cilung, tahu bulat, es potong, es doger, kue cubit, somay, dll.

Ya walaupun kualitas gizinya sedikit diragukan, yang penting harganya murah dan enak dikunyah, kan! Kadang kangen juga makanan esde. Hehehe

 

SMAN 36 Jakarta

dua sekolah pertama begitu bising dan nyaring, lain lagi sama SMAN 36 Jakarta yang letak sekolahnya ada di samping kuburan. Mungkin kesannya menenangkan ada sekolah yang berada di tempat peristirahatan jasad yang teduh dan sepi dari keramaian, tapi nggak menutup kemungkinan lho teman-teman di SMAN 36 diganggu juga, tapi oleh makhluk ghaib. Astaga!

Iya, kalian nggak salah baca, kok. Berlokasi tepat di samping Taman Pemakaman Umum (TPU) Layur, SMA 36 jadi terkenal akan kemistisannya. Banyak kejadian aneh yang terjadi di sekolah ini seperti keran air yang tiba-tiba menyala sendiri, lampu yang kadang mati secara otomatis, dan lain-lain.

“Jadi, di 36 itu banyak penampakan makhluk astral gitu, kaya penampakan orang pake seragam SMA di lantai 2,” ujar Alde, siswa kelas XII SMAN 36 jakarta kepada HAI School crew.

Ngga heran, sih kalau tiap tahun pasti ada siswa yang kerasukan. Toh, batas gedung sekolah dengan TPU Layur hanyalah sebatas tembok saja. Aduh jadi serem nih!

 

SMAN 37 Jakarta

Kalau 36 berada disamping kuburan, SMA 37 berada persis disamping rel kereta api. Hihihi ada-ada saja ya!

Jadi, kalau kita naik KRL dari Stasiun Manggarai ke arah Depok, kita bisa melihat gedung SMA 37 berada persis di sebelah kiri rel. Selain berisik karena suara kereta yang tiap 5 menit lewat, sekolah tepat di samping rel sangatlah berbahaya. Bahkan pernah ada murid SD sebelah yang tewas tertabrak kereta lho. Waduh, tinggal dikubur di sebelah SMAN 36, tuh!

Oh iya, selain macet karena sering adanya palang perlintasan kereta api juga kerap membuat para siswa di sekolah ini juga jadi suka terlambat datang ke kelas. Sekalinya nyampe kelas, kereta lagi lewat alhasil getarannya terasa sampai ke meja.

“Sampai sekarang walaupun kelasnya udah rada jauh suka masih kerasa geternya, haha,” kenang Nisa, siswa SMAN 37 Jakarta. (T-HSC#1)

 

Laporan Mega Pramesti, SMAN 91 Jakarta

Artikel ini ditulis sebagai bagian dari program 7 Hari Bercerita yang diikuti oleh HAI School Crew, komunitas wartawan pelajar HAI.

 

Sumber: http://hai.grid.id

About the author / 

admin

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Pembagian Rapor Prasemester Online
Tahun Pelajaran 2020/2021
Jumat, 30 Oktober 2020
Pkl. 08.00 s.d. Selesai

 



  

Layanan Informasi Langsung dan Cepat
Serta Kritik dan Saran Anda
Jl. H. No. 40, Kebon Baru, Tebet
Jakarta Selatan
Indonesia 12830
Tlp & Fax. 021-8296058

Kirim pesan ke Humas 37 :
  Whatsapp 085694727430
  Whatsapp 081285048273
Kirim pesan ke Staff TU / Operator :
  Whatsapp 08567719829
  Telegram @operator

Surel 1 : sman37jakarta@yahoo.com
Surel 2 : sman37jakarta@gmail.com
————————————————————————

Pemprov DKI Jakarta
@DKIJakarta Follow

Utk Pengaduan: tweet ke 

| FB Pemprov DKI Jakarta | SMS 08111272206 | Balai Warga jakarta.go.id | LAPOR 1708 | dki@jakarta. go. id | QLUE | JaKi