Kesiswaan

PPDB 2019, Perlu Perhatian

0 109

Sejumlah petugas dan panitia Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) 2019 jenjang SMA di Provinsi DKI Jakarta menyampaikan pendaftaran hari pertama, Senin (24/6/2019), secara umum berlangsung lancar. Namun, ada beberapa evaluasi yang disampaikan terkait pelaksanaan PPDB kali ini. Salah satunya terkait data kependudukan.

Operator PPDB SMAN 37 Jakarta, Eko Susanto, mengatakan sebelum mendaftar di sekolah dituju sebaiknya orangtua dan calon siswa memastikan data kependudukan yang tercantum di kartu keluarga (KK) adalah yang terbaru. Sebab, dokumen itu merupakan salah satu syarat pendaftaran ke sekolah dalam sistem zonasi ini.

1. Pembaruan data “Yang perlu diperbaiki itu database kependudukan, misalnya tadi ada KK lama yang belum di-update, mungkin dia lupa atau bagaimana,” ucap Eko ketika dijumpai di kantornya, Selasa (25/6/2019). Baca juga: Alasan DKI Tak Terapkan Zonasi Murni dalam PPDB Dia pun menyarankan kepada orang tua yang mengantarkan anak agar melakukan pembaruan data ke kantor kelurahan sesuai domisilinya. Jika pembaruan data itu sudah dilakukan, baru nantinya bisa mendaftarkan anaknya ke sekolah yang dipilih sesuai zonasi berdasarkan alamat terbaru di KK. “Saya kasih solusi supaya ke PTSP di kelurahannya. Kalau sudah update datanya baru bisa daftar lagi,” kata Eko.

2. Sosialisasi pendaftaran Lain halnya dengan Susrimah, Wakil Humas dan panitia PPDB SMAN 26 Jakarta. Menurut dia, PPDB tahun ini kurang sosialisasi dari pemerintah tentang sistem pelaksanaannya. Maksudnya agar masyarakat mengerti bahwa ada tiga hari pendaftaran dan mereka tidak harus datang pada hari pertama sehingga tidak membeludak. “Kekurangannya sekarang sosialisasi pemerintah kurang supaya yang datang enggak menumpuk hari pertama, padahal waktu masih panjang,” ujar Susrimah. Dia merasa sosialisasi itu perlu dilakukan agar penumpukan dan kepadatan pendaftaran pada hari pertama tidak terjadi.

3. Menumpuk di hari pertama Sebab, kepadatan itu sama-sama tidak menguntungkan, baik bagi pihak sekolah maupun orang tua yang mendaftarkan anaknya. “Di sekolah, kami kewalahan. Mereka juga banyak waktu terbuang untuk menunggu dan antre. Padahal, hari kedua dan ketiga masih ada waktu, malah kosong. Mereka sampai rela izin kerja, padahal harusnya enggak usah,” imbuh Susrimah. Pentingnya sosialisasi, lanjutnya, karena kepadatan pada hari pertama pendaftaran selalu terjadi dari tahun ke tahun. Dia berharap pemerintah memperbaikinya bersama pengelola sekolah selaku penyelenggara pendidikan.

Selain itu, masyarakat juga harus memahami betul pelaksanaan sistem zonasi sehingga tidak perlu berbondong-bondong datang pada hari pertama pendaftaran.

Sumber : https://edukasi.kompas.com/
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Perlu Perhatian, Petugas PPDB Sampaikan 3 Poin
Penulis : Erwin Hutapea
Editor : Yohanes Enggar Harususilo

About the author / 

admin

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Pembagian Rapor Prasemester Online
Tahun Pelajaran 2020/2021
Jumat, 30 Oktober 2020
Pkl. 08.00 s.d. Selesai

 



  

Layanan Informasi Langsung dan Cepat
Serta Kritik dan Saran Anda
Jl. H. No. 40, Kebon Baru, Tebet
Jakarta Selatan
Indonesia 12830
Tlp & Fax. 021-8296058

Kirim pesan ke Humas 37 :
  Whatsapp 085694727430
  Whatsapp 081285048273
Kirim pesan ke Staff TU / Operator :
  Whatsapp 08567719829
  Telegram @operator

Surel 1 : sman37jakarta@yahoo.com
Surel 2 : sman37jakarta@gmail.com
————————————————————————

Pemprov DKI Jakarta
@DKIJakarta Follow

Utk Pengaduan: tweet ke 

| FB Pemprov DKI Jakarta | SMS 08111272206 | Balai Warga jakarta.go.id | LAPOR 1708 | dki@jakarta. go. id | QLUE | JaKi